Dariku Untuk Kartini Muda Indonesia

““Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan serta kebutuhan kita sebagai kaum wanita dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti halnya kaum laki-laki” R.A. Kartini

April Move!

Janganlah kita habiskan masa-masa muda kita untuk melakukan hal-hal tidak bermanfaat yang banyak mudharatnya. April Move ini kita jadikan evaluasi besar-besaran dan semoga banyak perubahan-perubahan baik yang kita dapatkan di bulan ini.

Peternakanku Riwayatmu Kini

Ada anekdot yang berkembang, kanapa usaha penggemukan sapi di Indonesia hasilnya tidak memuaskan, tidak seperti industri penggemukan sapi di negara-negara penghasil daging seperti Australia atau lainnya?

Kisah Sukses Raden Febrianto Christi,S.Pt.

“ Akademik itu memang penting, tetapi untuk penunjang dan pelengkap diperlukan organisasi, organisasi tak lain untuk belajar bersosialisasi, organisasi itu sebagai wadah untuk berlatih berbicara, dan percaya diri karena tak jarang mahasiswa jika berbicara didepan suka ‘gempeur’ ”

Showing posts with label Flash News. Show all posts
Showing posts with label Flash News. Show all posts

Saturday, 13 April 2013

Sekarang Mahasiswa Baru Bayar UKT



Bisa disebut pangkal masalah dari desas-desus di kalangan mahasiswa maupun calon mahasiswa, berpangkal dari Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 97/e/ku/2013 tentang Uang Kuliah Tunggal. Surat Edaran tertanggal 5 Februari 2013 yang ditandantangi Direktur Jenderal Dikti, Djoko Santoso itu meminta agar perguruan tinggi menghapus uang pangkal bagi mahasiswa baru program S-1 reguler, serta menetapkan dan melaksanakan tarif Uang Kuliah Tunggal bagi mahasiswa baru program S-1 reguler mulai tahun akademik 2013/2014.

Rebut-ribut itu juga terjadi di kalangan mahasiswa Universitas Padjadjaran, yang notabene juga termasuk yang harus memberlakukan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai surat edaran dari Dirjen Dikti. Mungkin diantara pembaca sekalian ada yang belum tahu tentang teknis UKT tersebut, mari kita dengarkan penjelasan dari Ibu Rina Indiastuti, selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan Unpad, ibu Rina menuturkan, perbedaan tarif UKT dengan uang kuliah sebelumnya yaitu, pada penerapan UKT besaran Dana Pengembangan (DP) yang biasanya dibayar sekaligus pada awal masuk kuliah, kini didistribusikan ke setiap semester. Ibu Rina mencontohkan, jika tahun lalu DP Unpad terkecil sebesar Rp4 juta maka setelah penerapan UKT jumlah tersebut dibagi 8 semester sehingga mahasiswa tidak membayar Rp4 juta di awal masuk namun tiap semester mahasiswa membayar SPP ditambah Rp500 ribu. Jadi singkatnya pembayaran biaya kuliah dengan sistem UKT adalah jumlah seluruh pengeluaran seorang mahasiswa selama di kampus kemudian dibagi dengan delapan semester masa kuliahnya. Besaran inilah yang kemudian dibebankan kepada mahasiswa sebagai biaya setiap semester yang ditempuhnya selama empat tahun. UKT diterapkan agar nantinya mahasiswa tidak akan mengalami pungutan-pungutan lain selama masa kuliahnya.

Namun, pelaksanaan UKT masih menuai pro kontra. Beberapa kalangan menyebut UKT ini hanya menjadi peluang PTN untuk menaikan uang kuliah dari yang sebelumnya. Dan ada juga kalangan yang mendukung UKT ini dengan alasan, meringankan biaya kuliah, khususnya awal kuliah. Sementara itu, ada yang menganggap penerapan mo­del UKT juga dinilai merugi­kan PTN dan mahasiswa. Penerapan UKT akan ber­dampak pada penerimaan perguruan tinggi pa­da tahun per­tama dan kedua se­ca­ra signifikan. PTN akan meng­alami ke­rugian pada ki­saran angka Rp50 miliar hingga Rp 200 miliar, tergantung banyak sedikitnya mahasiswa. Konsekuensinya adalah pada arus kas universitas. sumbangan pembangunan gedung yang biasanya dibayar dalam dua kali angsuran, melalui sistem SPP tunggal akan dibayarkan hingga delapan kali, sesuai beban semester yang wajib ditempuh mahasiswa. Jika pemerintah telah memberlakukan UKT, pemerintah akan menanggung biaya-biaya operasional non-investasi antara lain seperti praktikum.

Kekhawatiran itu sebenarnya sudah Kemendikbut redam dengan adanya janji Kemendikbud, yang tertuang SE Dirjen Dikti No. 305/E/T/2012 tertanggal 21 Februari 2012 tentang pelarangan menaikkan uang kuliah pada 2012 di PTN. Kemendikbud pun, melalui Ditjen Dikti, telah mengucurkan bantuan dana 12 persen untuk PTN yang siap menerapkan UKT. Bantuan dana tersebut berasal dari pos Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Dan hal ini sengaja dilakukan untuk mengantisipasi defisit anggaran yang dialami oleh PTN yang menerapkan UKT.

Bagaimana pendapat anda? Pro atau Kontra Kah? Semoga bila UKT ini diberlakukan, semuanya berjalan lancar sesuai harapan kita semua. (FA)

Tuesday, 19 March 2013

Merajut Ukhuwah di Tanah Kujang




Bogor, 15 - 17 Februari 2013- Mengiringi dimulainya aktifitas belajar di sekolah dan kampus, Forum Komunikasi Dakwah Fakultas Peternakan Unpad DKM An-Nahl bersama SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa menjalin kerja sama dalam program kegiatan Family gathering & An-Nahl goes to school. Program acara ini juga di hadiri langsung oleh Bapak Dr.H.Rahmat Hidayat, S.Pt,M.Si  pembantu dekan III yang juga menjabat sebagai ketua umum DKM An-Nahl Fakultas peternakan Unpad.
Kegiatan Family Gathering diadakan untuk internal pengurus dan alumni DKM An-Nahl Fakultas Peternakan Unpad yang didalamnya terdapat rangkaian acara upgrading pengurus DKM An-Nahl untuk satu periode pungurusan kedepan. Kegiatan yang dilaksanakan diharapkan mampu menciptakan program-program kegiatan yang terarah, proporsional, dan maksimal. Untuk menunjang sebuah organisasi dakwah kampus yang mandiri secara finansial, pengurus dibekali materi tentang fundraising yang disampaikan oleh Ust. Hakam Elfarizi (Marketing dan Komunikasi SMART EI). Tambahan pengetahuan tentang zakat juga diberikan oleh Ust. Wildan dari Dompet Dhuafa.
Program yang motori oleh DKM An-Nahl ini merupakan upaya untuk memberikan gambaran seputar dunia kampus dalam tataran akademik maupun kemahasiswaan kepada calon alumni SMART EI angkatan V.
Pengenalan secara akademik berorientasi pada sistem dan tips kuliah yang baik juga berprestasi. Sedangkan pengenalan kegiatan kemahasiswaan berorientasi pada aktivitas-aktivitas di lembaga organisasi yang menunjang saat di kampus yang bersifat positif seperti lembaga eksekutif (BEM), Legislatif (BPM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Materi yang langsung diberikan oleh Mustarakh Gelfi alumni SMART EI angkatan II dan berkampus di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sangat baik untuk diberikan mengingat dunia kampus yang sangat bebas dan heterogen. Pengenalan kegiatan positif juga dilakukan sebagai bagian dari upaya selektif memilih organisasi untuk menunjang para calon alumni angkatan V yang berjumlah 35 orang tersebut.
Tidak hanya itu, pembekalan materi survival mahasiswa juga diberikan untuk menunjang para calon alumni dapat bersosialisasi ketika berhadapan langsung dalam lingkungan masyarakat umum dan khususnya kampus. Materi survival mahasiswa diberikan agar calon alumni dapat lebih mandiri dalam hal finansial. Materi yang dibawakan oleh Marlis Nawawi, seorang mahasiswa penerima beasiswa fast track Fakultas Peternakan Unpad dan selama kuliahnya juga beberapa kali menggeluti profesi sebagai wirausaha di kampus telah menarik perhatian para calon alumni SMART EI angkatan V. Di akhir kegiatan, seluruh pengurus dan alumni DKM An-Nahl serta calon alumni melakukan kegiatan out bound dan foto bersama.Nuryanto