Dariku Untuk Kartini Muda Indonesia

““Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan serta kebutuhan kita sebagai kaum wanita dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti halnya kaum laki-laki” R.A. Kartini

April Move!

Janganlah kita habiskan masa-masa muda kita untuk melakukan hal-hal tidak bermanfaat yang banyak mudharatnya. April Move ini kita jadikan evaluasi besar-besaran dan semoga banyak perubahan-perubahan baik yang kita dapatkan di bulan ini.

Peternakanku Riwayatmu Kini

Ada anekdot yang berkembang, kanapa usaha penggemukan sapi di Indonesia hasilnya tidak memuaskan, tidak seperti industri penggemukan sapi di negara-negara penghasil daging seperti Australia atau lainnya?

Kisah Sukses Raden Febrianto Christi,S.Pt.

“ Akademik itu memang penting, tetapi untuk penunjang dan pelengkap diperlukan organisasi, organisasi tak lain untuk belajar bersosialisasi, organisasi itu sebagai wadah untuk berlatih berbicara, dan percaya diri karena tak jarang mahasiswa jika berbicara didepan suka ‘gempeur’ ”

Showing posts with label Khazanah. Show all posts
Showing posts with label Khazanah. Show all posts

Saturday, 7 September 2013

Lebarannya Indonesia


Negara tetangga menyebutnya Hari Raya Puasa, dalam bahasa inggris ied festival, dan di Indonesia lebih dikenal dengan istilah lebaran
Hei hei hei, masih suasana lebaran, maap-maapan, makan ketupat yang berenang di opor, pulang kampung, macet-macetan..hmm. Nah, itu dia Indonesia banget. Lah kenapa Indonesia banget yah ? emang di negara orang ga ada lebaran ? eits, eits bukan itu maksudnya guys. Sekarang kita akan kupas tradisi tradisi idul fitri nya Indonesia alias lebaran itu.
Satu Syawal menjadi hari kemenangan atas umat Islam setelah menjalani ibadah shaum selama bulan ramadhan. Hari kemenangan dimana umat Islam kembali ke fitrah itu dinamakan idul fitri. Negara tetangga menyebutnya Hari Raya Puasa, dalam bahasa inggris ied festival, dan di Indonesia lebih dikenal dengan istilah lebaran.
Lebaran itu sendiri masih banyak diperdebatkan dari mana kata itu berasal. Dalam bahasa Jawa, lebar artinya setelah atau sesudah. Masuk akal juga sebenarnya, jadi maksudnya adalah hari raya setelah puasa. Tapi ada juga yang menyebutkan bahwa kata tersebut berasal dari sumatra. Selain itu, bisa juga di artikan dalam bahasa sunda yaitu lebar (sayang), jika dipaksakan mungkin maksudnya sayang meninggalkan bulan ramadhan. Semakin rumit kan ? belum ada penjelasan ilmiah dari mana asal usul kata lebaran itu sendiri. Tapi yang kita ketahui lebaran adalah fakta pertama yang merupakan penyebutan untuk hari raya idul fitri oleh orang indonesia.
Fakta kedua tradisi ‘lebaran’ adalah makan ketupat. Yeeh, kebayang gak tuh ketupat berenang di opor ayam ? yap. Ketupat berasal dari kata bahasa jawa ‘ngaku lepat’ ‘mengakui salah’ jadi dengan makan ketupat diharapkan sesama muslim saling memaafkan. Nah loh ? pernah kepikiran ga tuh kalo kita makan ketupat artinya kita mengakui kesalahan ? yang penting kenyang aja kan ? ckck. Walaupun ga ada hidangan spesial khas lebaran (ketupat) semoga kita tetap saling memaafkan yah guys.
Lanjut ? fakta ketiga adalah opor ? lagi –lagi bahas makanan. Opor menjadi temen akrabya ketupat. Dimana ada ketupat disana ada opor plus sambal goreng hati. ckck maknyussss.
Fakta keempat kue nastar, kue keju, segala macam jenis kue kering dan biasanya ditambah kacang goreng yang ditaburin bawang goreng,,,hhmmm biasanya nongkrong di meja tamu pas momen lebaran guys, bener ga ? nah kenapa si kue-kue ini berani nongkrong di atas meja ? kita maju ke fakta ke lima.
Fakta ke lima adalah keliling. Bukan karaoke keliling guys, tapi ini maap-maapan keliling. Dimana di hari raya idul fitri kita menjadi manusia yang fitri alias suci, sehingga minimal minta maaf ke saudara semuslim. Biasanya siapapun orangnya, pada momen itu pasti maaf-maafan, uniknya yang ga kenal pun kalau lewat depan rumah suka maaf-maafan. Subhanallah. Nah, mengungkit dengan kue nastar cs, mereka biasanya disajikan untuk tamu yang mampir ke rumah guys.
Fakta ke enam. Suasana lebaran gini jalanan kota yang biasanya macet, jadi kosong ! kita bisa sampai tiduran di tengah jalan kayanya. Ckck eits eits pada kemana tuh kendaraan ? yah, liat jalanan menuju desa-desa yang asri dimana handai taulan sudah menanti, lama tak jumpa, kesibukan silih berganti, lebaran menjadi momen bertemu dengan handai taulan, emak abah di kampung, keponakan lari kesana kemari, rumah nenek kakek mendadak rame. Indahnya perjalanan silaturahmi menuju keluarga tercinta perlu perjuangan yang ekstra, inilah yang dinamakan MUDIK, yang di perjalananyapun harus melawan yang namanya MACET. Jangan salah, macet dalam mudik ini membuat melempem kaya kerupuk, panas di jalanan berjam-jam, seperti di oven. Namanya perjuangan, kalo ga mudik dan ga macet macetan bukan indonesia banget rasanya. Siapa sangka banyak orang yang menikmati macet saat mudik ini loh. Tau kenapa ? karena ini adalah momen berharga berlama-lamaan bareng keluarga walaupun dalam suasana di panggang matahari di olesi keringat dan di asapi oleh gas CO. Heheh, santai aja guys, yang penting happy dan membawa berkah dalam silaturahmi.
Fakta ke tujuh  adalah orang indonesia biasa menyebutkan kalimat minal ‘aidin wal faizin yang bermakna bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Kembali disini adalah kepada ketaqwaan, sedangkan maksud menang adalah menang dari melawan hawa nafsu. Selain kalimat tersebut, kita juga sering mendengar ucapan mohon maaf lahir batin yang diucapkan oleh orang sekitar. Perlu kita ketahui juga, bahwa Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat Taqobalallaahu minnaa wa minkum di antara mereka. Arti kalimat tersebut adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya adalah menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan.
Nah itulah ke 7 fakta lebarannya orang Indonesia. bagaimanapun tradisinya semoga tidak mengurangi hakikat dan esensi idul fitri itu sendiri, dan semoga kita semua menjadi manusia yang lebih bertaqwa dan meraih ridho Allah SWT ya guys..aamiin.
Taqobalallohu minna waminkum.. J . (Ipi)


Friday, 12 April 2013

Kepemimpinan Rasulullah


Bismillahirrahmanirrahim..
Mengenai apa sih itu pemimpin dan bagaimana seharus nya pemimpin itu ? tidak salah jika kita melihat perilaku-perilaku dari diri seorang Rasul, nabi Muhammad SAW. Itu karena memang beliau adalah suatu panutan yang mesti di contoh oleh kita, jika kita memang mengaku sebagai umatnya. Kita tahu, bahwa didalam diri Rasulullah itu terdapat suri teladan baik. Serta, beliau adalah pemimpin yang sangat sukses. Bagaimana tidak? Beliau telah mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang hidup secara damai, aman, dan sejahtera. Tetapi kesemuanya itu bukan perkara yang mudah. Menjadi pemimpin adalah tanggung jawab yang sangat besar ,khususnya untuk seorang laki-laki. Nah maka dari itu, kita mesti tahu bagaimana cara memimpin nya seorang baginda Rasulullah dan sudahkah kita menerapkannya didalam kehidupan? Langsung saja kita kaji lebih dalam yaa.. check check check ^^

Kita mulai dari perjuangan nabi yang dibagi menjadi dua fase, yaitu fase di Makkah dan kemudian dilanjutkan di Madinah. Setelah kurang lebih 13 tahun di Makkah dan dihitung hasilnya kurang maksimal, maka nabi mengambil kebijakan strategis, yaitu hijrah ke Madinah. Tetapi sobat, perpindahan itu bukan pekerjaan mudah. Apalagi antara Makkah dan Madinah cukup jauh jaraknya. Tentu kepindahan itu sangat berat sekali, tatkala belum ada kendaraan seperti sekarang ini.

Tetapi, yang namanya pemimpin harus berani mengambil keputusan, apapun beratnya. Dalam perjuangan, tatkala di suatu tempat sudah tidak mendapatkan hasil maksimal, dihitung-hitung tantangan menjadi semakin berat, Rasulullah saw memelopori untuk berpindah, meninggalkan tanah kelahirannya, Makkah. Nabi melawan naluri kemanusiaan, sekalipun tempat kelahirannya, dan begitu pula Ka'bah, Arafah dan Mina sebagai pusat kegiatan ritual berada di sekitar Makkah, beliau hijrah ke Madinah.

Memperhatikan peristiwa hijrah dan dikaitkan dengan persoalan terkini di ibu kota, tatkala penduduk Jakarta sudah sedemikian padat, sehari-hari macet, dan banjir, belum lagi polusi dan lain-lain, mestinya para pemimpin negara ini berani mengambil keputusan, sebagaimana dilakukan Rasulullah saw. Memindahkan ibu kota memang sulit dan beresiko. Tapi resiko dan kesulitan berpindah itu juga telah dialami oleh sang pemimpin 14 abad yang lalu. Ketika sehari-hari, merasa sedemikian beratnya hidup di Jakarta, para pemimpin bangsa ini segera mengambil keputusan, pindah.

Semakin cepat semakin baik. Kelambatan dalam mengambil keputusan akan berakibat biaya dan resiko semakin mahal dan berat. Banyak orang berspekulasi, masing-masing akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Selain tauladan tentang keberanian menanggung resiko, dari proses berhijrah saja, tidak sedikit nilai-nilai yang seharusnya diambil para pemimpin dan pejabat. Ada juga kisah menarik di dalam perjalanan Nabi saw bersama sahabat dari Makkah ke Madinah.

Tatkala mengalami kehabisan bekal: beberapa sahabat kehausan serius, sementara di kanan kiri jalan tidak terdapat air. Kebetulan tidak jauh dari tempat yang dilewati itu, menurut suatu kisah, terdapat rumah penduduk yang juga tidak memiliki air, tapi punya kambing betina kurus yang tidak mungkin bisa diperas susunya. Apa boleh buat, nabi meminta izin pemiliknya untuk memeras susu kambing tua dan kurus itu, sekiranya bisa digunakan untuk menghilangkan rasa haus bagi semua yang ikut dalam rombongan perjalanan itu.

Dikisahkan, semula pemilik kambing menolak dengan alasan tidak mungkin kambing seperti itu mengeluarkan air susu. Setelah berdialog, pemilik kambing mengijinkan. Tak diduga, kambing tua dan kurus itu mengeluarkan air susu. Satu demi satu para sahabat dipersilahkan meminumnya, termasuk pemilik kambing itu sendiri. Setelah semua kebagian, maka giliran terakhir, nabi meminumnya.

Dalam suasana kepepet, merasa haus, nabi tidak mengajak para sahabat untuk berebut. Nabi mengerjakan sendiri, memeras susu kemudian membagikannya. Ketika membagi, sebagai pemimpin, nabi tidak mengambil terlebih dahulu, sebaliknya justru yang terakhir. Umpama cara-cara seperti ini juga dilakukan para pejabat dan pemimpin bangsa ini, yaitu mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri, maka kehidupan ini akan menjadi damai. Mereka tidak perlu harus berebut, sebab semua telah memikirkan kebutuhan orang lain. Wallahu'alam.

Kepribadian Rasulullah juga tergambar dalam firman Allah SWT dalam surat Ali Imran 159
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللهِ  لِنْتَ لَهُمْ ، وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ، فَاعْفُ  عَنْهَمْ .وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الاَمْرِ ، فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ ؛ إِنَّ اللهَ  يُحِبُّ  الْمُتَوَكِّلِيْنَ .
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya".

Tuesday, 12 March 2013

Kenapa Harus Thalabul ’ilmi ?

Assalamu’alaikum
Bismilahirrahmmanirrahim

Izinkanlah saya belajar menulis dalam kertas ini
Hanya sekedar ingin berbagi kepada kalian semua
Jika menurut kalian baik, maka ambilah.
dan jika menurut kalian buruk, maka tinggalkanlah
Saudaraku seiman..
Mungkin perkara ini sudah sering kalian temukan dalam berbagai media ataupun ceramah dari banyak ustadz. Namun, takkan hentinya kita saling mengingatkan tentang pentingnya seseorang menuntut ilmu, mengapa? Karena hal ini hukumnya wajib, datang langsung perintahnya dari Allah SWT dan Rasulullah Saw.
Apa sih pengertian ilmu itu sendiri ? kita kenalan dikit yukk..
Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggris biasa, kita kenal dengan science berarti pengetahuan. Mari kita perhatikan perintah-perintah-Nya untuk menuntut ilmu.
Firman Allah dalam Alquran yang artinya :
“Dan katakanlah, Ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”(QS.Thoha:114)
“Sesungguhnya yang takut diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS. Faatir : 28)
Allah sayang kepada kita kawan, Allah tidak membiarkan kita berada dalam kegelapan tanpa ilmu yang akan menerangi hidup kita. Bahkan, Allah memberikan predikat yang istimewa terhadap orang-orang yang berilmu. Selain ilmu, kita juga jangan melupakan iman. Ilmu tanpa iman itu ‘bagai taman tak berbunga’ dan iman tanpa ilmu itu bagai ‘sayur tanpa garam’ kurang enak, kurang lezaaatt…. ^_^
Mari kita perhatikan Firman Allah berikut
Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Mujadalah ayat 11 yang artinya:
“Allah meninggikan baeberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan) dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Selain beriman dalam ayat di atas Allah juga memerintahkan kepada setiap orang untuk menuntut ilmu. Saya berani memberikan ‘ucapan’ hebat atau keren pada orang yang beriman dan berilmu, itu ucapan dari seorang manusia, apalagi predikat dari Allah, pasti lebih tinggi.
Rasulullah SAW pun memerintahkan dalam beberapa haditsnya. Kita tengok ya…
Dari Sahl bin Sa’ad ra bahwasanya Nabi SAW bersabda :
“Dan Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan perantaraan ilmu, itu lebih baik daripada unta merah. (hak milik orang yang paling berharga).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Telah bersabda Rasulullah SAW “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dll)
Di sini tegas sekali perintah menuntut ilmu dari Rosul,namun bukan ilmu dunia saja, ilmu dien (agama) juga wajib kita miliki. Seperti ilmu akidah,tauhid,dll. Bahkan ini lebih penting dari ilmu dunia. Karena ilmu agama itu untuk bekal kita menuju akhirat. Maka janganlah lelah untuk mencari dan terus mencari ilmu. Bahkan ada pepatah mengatakan carilah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina atau hadist Rosul yang berbunyi carilah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat. Nah mau ke liang lahat duluan apa mau cari ilmu dari sekarang ?
Apalagi jika kita perhatikan perintah ini. Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasullah SAW bersabda : “Barang siapa yang menempuh perjalanan dengan tujuan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya.”
Subhanallah, Maha Suci Allah.. bahkan Allah memudahkan jalan ke surga bagi orang-orang yang mau menuntut ilmu. Siapa sih yang gak mau masuk surga ? pasti semua orang menginginkannya. Maka ilmu adalah salah satu jembatannya. Allah telah mempermudah , maka janganlah kita mempersulitnya. Ilmu itu bagaikan cahaya dalam kegelapan kawan. Apakah engkau tak mau mempunyai sebuah cahaya terang benderang ?. Bagai Sahabat yang tak pernah lepas. Siapa yang tak bahagia jika mendapat sahabat setia ?. Bagai harta yang berharga, bukankah setiap orang menginginkn harta dalam hidupnya ?
Bagai angin yang menyejukan jiwa,bagai tongkat untuk kita bisa berdiri di dunia ini, bak air yang bisa mengobati dahaga, laksana obat hati yang mujarab, loh ko pake bicara hati ya ? he..he..
Jatuh cinta itu timbul dari dalam hati (katanya) , maka jika kita telah jatuh cinta pada ilmu,rasanya sangat meneduhkan . Insya Allah.. Nah, jika kalian mempunyai ilmu jangan lupa untuk diamalkan. Karena mengamalkan ilmu wajib hukumnya.
Dalam ayat lain, Allah juga berfirman:
وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
“Dan sesungguhnya kalau mereka mengamalkan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)”(An-Nisaa: 66)
Faedah yang dapat di ambil dari ayat tersebut adalah kebaikan dalam mengamalkan ilmu berbanding lurus dengan mencarinya sebagai sebuah kewajiban. Dengan kata lain, ilmu bukan hanya sekedar menyimpannya di museum memori kita, namun tercermin dalam amal atau perbuatan kita, baik amalan hati, lisan maupun perbuatan.
So jangan malas-malasan lagi buat menuntut ilmu yaaa,. Mari kita taklukan dunia dengan ilmu.

Sejarah Penulisan & Penyusunan Al-Quran


Berbicara budaya menulis dan budaya menulis tentulah kita harus melihat sejarah kejadian tulis menulis terbesar umat Islam, tidak lain yaitu sejarah penulisan dan penyusunan Al-quran.

Zaman Rasulullah SAW.
Sejarah penulisan dan penyusunan dan penyebaran Al-Quran telah bermula dari zaman Rasulullah SAW. Pada zaman ini, penyusunan telah mula dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW. Baginda menyuruh sahabat-sahabat agar menulis ayat-ayat Al-Quran pada tulang, pelepah-pelepah, batu, kulit-kulit binatang dan sebagainya. Rasulullah SAW juga menghafal ayat-ayat tersebut dan meminta para sahabat yang lain menghafal ayat-ayat Al-Quran.

Sahabat-sahabat yang menjadi para penulis wahyu pada masa itu ialah Umar bin Al-Khattab, Uthman bin Affan, Ali bin Abi Talib, Muawiyyah bin Abi Suffian, Zaid bin Thabit dan sebagainya.

Rasulullah SAW melarang para sahabat menulis selain dari pada ayat Al-Quran karena khawatir akan bercampur aduk. Walau bagaimanapun pengumpulan Al-Quran di zaman Rasulullah bukan dalam bentuk mashaf seperti di zaman Saidina Utsman bin Affan karena jika terjadi kekeliruan, ia dapat diatasi langsung oleh Rasulullah SAW.

Zaman Khulafa Ar-Rasyidin
Selepas Rasulullah SAW wafat, Saidina Abu Bakar dilantik menjadi ketua khalifah yaitu pada tahun ke-11 hijrah. Pada zaman ini terjadi peperangan Riddah antara tentera Islam dan golongan yg murtad. Tidak sedikit tentera Islam yg hafaz Al-Quran telah gugur dalam perang dan ini menimbulkan kekhawatiran di hati Saidina Abu Bakar akan hilangnya Al-Quran.

Atas saran dan desakan Saidina Umar bin Al-Khattab, Khalifah Abu Bakar mengambil keputusan untukmengumpulkan/menyusun Al-Quran. Beliau telah memerinthkan Zaid bin Thabit, Ubay bin Kaab, Ali bin Abi Talib dan Uthman bin Affan untuk menjalankan tugas ini.

Khalifah Abu Bakar juga menetapkan bahawa penulisan Al-Quran harus berdasarkan sumber tulisan Al-Quran yg terdapat pada Rasulullah dan sumber hafalan para sahabat. Ayat yg ditulis harus disaksikan oleh dua orang saksi. Pengumpulan Al-Quran selesai dilakukan pada tahun ke-13 hijrah dan dinamakan mushaf. Setelah kematian Khalifah Abu Bakar, Mushaf Al-Quran disimpan oleh Khalifah Umar dan kemudian oleh Hafsah.

Al-Quran dikumpul ke-3 kalinya pada zaman pemerintahan Saidina Uthman bin Affan. Ini karena pada masa itu negara Islam telah berkembang luas dan tidak sedikit bangsa yg bukan Arab telah memeluk islam. Ini mengakibatkan berlakunya perselisihan faham dari segi bacaan. Hudhaifah al-yaman telah memberitahu Khalifah Uthman tentang pertelingkahan orang-orang Syam dan Iraq tentang bacaan Al-Quran dan ini mendorong Khalifah Uthman membentuk satu “tim khusus” pengumpulan Al-Quran yg diketuai oleh Zaid bin Thabit. Beliau telah menyalin semula naskah yg ada pada Hafsah ke dalam lahjah Quraisy.

“Tim khusus” ini telah menyalin beberapa mashaf dan mashaf-mashaf yg lain dibakar untuk mencegah kekeliruan. Salinan-salinan mashaf ini kemudiannya diantar ke semua wilayah beserta dengan wakil untuk mengajarnya seperti ke Makkah, Syam, Bahrin, Yaman, Basrah dan sebuah mashaf ditinggalkan di Madinah sebagai rujukan. Mashaf ini telah dinamakan sebagai mashaf Utsmani.

Sejarah tentang pengumpulan Al-Quran ini dapat diketahui dengan jelas jika kita membaca kitab-kitab Arab seperti Tafsir wa Mufassirun, Mabahis fil ulum Quran, dan banyak lagi.

Sesungguhnya Al-Quran adalah kitab yg diturunkan oleh Allah dan merupakan mukjizat terbasar Nabi Muhammad SAW. Apalahartinya jika kita mengaku sebagaiorang islam tapi tidak membaca Al-Quran. Pastikan setiap hari kita baca Al-Quran walaupun hanya sekadar satu ayat.